<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Obral Obrol "Keluarga Poet" &#187; sekolah</title>
	<atom:link href="http://wearethepoets.wordpress.com/tag/sekolah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wearethepoets.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Mar 2009 09:33:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='wearethepoets.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/124be1b9888904af467001c385d7425d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Obral Obrol "Keluarga Poet" &#187; sekolah</title>
		<link>http://wearethepoets.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wearethepoets.wordpress.com/osd.xml" title="Obral Obrol &#8220;Keluarga Poet&#8221;" />
		<item>
		<title>Masa tenang sindrom si Dira</title>
		<link>http://wearethepoets.wordpress.com/2008/08/28/masa-tenang-sindrom-si-dira/</link>
		<comments>http://wearethepoets.wordpress.com/2008/08/28/masa-tenang-sindrom-si-dira/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 08:42:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thepoets</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Dira]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>
		<category><![CDATA[memori]]></category>
		<category><![CDATA[nonton]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wearethepoets.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya semua sindrom yang dialami Dira mulai memasuki masa tenang alias cooling down&#8230;
Dira sudah tidak susah bobok malam lagi. Tapi syaratnya, siang hari dia harus bergerak aktif dan sebelum tidur harus diajak bercanda dulu, nonton Barney/Dora/Bobby Bola, dan wajib nenen kalau Mama pulang kantor. Hasilnya, sekarang Dira bobok tepat waktu, pukul 20.30 WIB.
Dira sudah mau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wearethepoets.wordpress.com&blog=3892657&post=119&subd=wearethepoets&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Akhirnya semua sindrom yang dialami Dira mulai memasuki masa tenang alias cooling down&#8230;</p>
<p>Dira sudah tidak susah bobok malam lagi. Tapi syaratnya, siang hari dia harus bergerak aktif dan sebelum tidur harus diajak bercanda dulu, nonton Barney/Dora/Bobby Bola, dan wajib nenen kalau Mama pulang kantor. Hasilnya, sekarang Dira bobok tepat waktu, pukul 20.30 WIB.</p>
<p>Dira sudah mau ditinggal kerja dan tidak menangis dengan heboh lagi. Malah, dia melambaikan tangannya dengan pintar sambil berkata, &#8220;Ati-ati Ma. Dadahhh&#8230;&#8221; dan diulang berkali-kali. Tapi di hari Sabtu dan Minggu, sindrom cinta Mama yah kumat lagi. Yang lebih parah adalah kalau jalan-jalan ke Mal, Dira hanya mau digendong oleh Mamanya, tidak mau dengan Papa. Jadi kebayang kan gimana pegalnya aku kalau mengajak Dira pelesir. Pfffhhh&#8230;.</p>
<p>Dira sudah tidak menangis di kelas kelompok bermainnya. Masalah ini berkaitan dengan masa adaptasi seorang anak dengan lingkungan barunya, bukan karena Dira mengantuk seperti yang dipikir oleh Mbak Mis. Jadi, terakhir kali dia ribut minta ditemani di ruang kelas adalah saat terakhir kali Mama membolos kantor dan mengantar Dira ke sekolah (2 minggu yang lalu). Setelah fase itu, Dira akhirnya tenang saja saat mulai aktivitas di kelas. Memang sih sesekali dia masih bertanya, &#8220;Ma miy nana?&#8221;. Tapi setelah dijawab oleh kakak pembimbing di Sanggar Kelinci kalau Mbak Mis ada di luar menunggu Dira, dia langsung mengerti dan tidak minta Mbak Mis masuk kelas lagi. Keuntungannya? Si Mbak Mis bisa ngerumpi dengan mbak-mbak lain yang juga sedang menunggu.</p>
<p>Nah perkembangan yang paling seru sekarang adalah Dira mulai punya memori jangka panjang. Jadi, jangan coba-coba berjanji apa pun padanya kalau belum tentu bisa memenuhinya karena Dira pasti ingat dan menagihnya. </p>
<p>Contohnya beberapa malam yang lalu, saat mau tidur aku ajak Dira pipis. Tadinya Dira tidak mau. Kemudian aku bilang, &#8220;Nanti kalau pipisnya pintar, Mama kasih stiker deh!&#8221;. Nah, setelah pipis dan kita naik ke kamar atas untuk tidur, saat sedang nenen tahu-tahu Dira teriak,&#8221;Tingke, tingke, tingke,&#8221; sambil telunjuk tangan kirinya menunjuk lengan kanan. Aku bingung dan bertanya, &#8220;Kenapa sih? Gatal? Sini Mama garukin deh,&#8221;. Dira semakin mengamuk dan buat aku kebingungan. Akhirnya aku bilang begini, &#8220;Ya sudah, Dira mau apa? Mama gak ngerti nih. Coba tunjukin Mama,&#8221;. Kita turun dari tempat tidur dan ternyata Dira mengajak turun ke bawah, dan kemudian dia menunjuk ke atas aquarium, di mana Mamanya biasa meletakkan sticker, &#8220;Tingke Ma! Pu mio!&#8221;. Aku langsung terbahak dan meminta maaf karena lupa menempelkan sticker yang tadi dijanjikan. </p>
<p>Kejadian hampir sama terulang lagi semalam. Aku mengajak Mbak Mis ke Tasya Baby Store di Cinere Raya. Namun karena suaminya belum pulang, si mbak belum berani meninggalkan rumah. Akhirnya aku batal turun di Tasya dan langsung pulang ke rumah. Begitu sampai rumah, aku heran karena mendengar suara Dira ribut dan ketika dia muncul menyambut kepulanganku, kedua tangannya memegang sendal Mickey. &#8220;Ini loh mbak, tadi dibilangin mau nyusul Mama ke Tasya gak? Eh langsung heboh. Apalagi pas bajunya digantiin,&#8221; lapor Mbak Mis. &#8220;Loh, memang Dira mau pergi?&#8221;, tanyaku. &#8220;Pigi Ma. Diya mo pigi.&#8221;, jawab Dira. Akhirnya setelah aku mandi, kita semua pergi ke Tasya. Aduh anak ini! Benar-benar deh! </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wearethepoets.wordpress.com/119/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wearethepoets.wordpress.com/119/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wearethepoets.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wearethepoets.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wearethepoets.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wearethepoets.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wearethepoets.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wearethepoets.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wearethepoets.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wearethepoets.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wearethepoets.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wearethepoets.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wearethepoets.wordpress.com&blog=3892657&post=119&subd=wearethepoets&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wearethepoets.wordpress.com/2008/08/28/masa-tenang-sindrom-si-dira/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a492295700c933e5c3884647d2337bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thepoets</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari kedua Dira di kelompok bermain</title>
		<link>http://wearethepoets.wordpress.com/2008/07/17/lanjutan-dira-sekolah-hari-kedua/</link>
		<comments>http://wearethepoets.wordpress.com/2008/07/17/lanjutan-dira-sekolah-hari-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 09:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thepoets</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Dira]]></category>
		<category><![CDATA[sanggar kelinci]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wearethepoets.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Hari Kamis ini adalah hari kedua Dira ke kelompok bermainnya dan kali ini tanpa ditemani sama Mama yang harus bekerja.
Aku menelpon mbak Mis ke rumah untuk bertanya mengenai keadaan Dira hari ini. Kata mbak Mis begini,&#8221;Tadi Dira nangis di sekolah. Pintu ruang kelasnya kan ditutup, tidak seperti hari Selasa tuh Mbak. Mungkin karena itu dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wearethepoets.wordpress.com&blog=3892657&post=43&subd=wearethepoets&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari Kamis ini adalah hari kedua Dira ke kelompok bermainnya dan kali ini tanpa ditemani sama Mama yang harus bekerja.</p>
<p>Aku menelpon mbak Mis ke rumah untuk bertanya mengenai keadaan Dira hari ini. Kata mbak Mis begini,&#8221;Tadi Dira nangis di sekolah. Pintu ruang kelasnya kan ditutup, tidak seperti hari Selasa tuh Mbak. Mungkin karena itu dia nangis.&#8221;. Aku tertawa. &#8220;Akhirnya sama ibu gurunya digendong keluar dan aku disuruh masuk ke dalam deh.&#8221;, lanjut mbak Mis. &#8220;Trus lama nangisnya?&#8221;, tanyaku. &#8220;Yah pas makan bekal juga masih nangis. Bekal kuenya juga tidak dimakan. Malah makan roti coklat yang dikasih temannya.&#8221;, cerita mbak Mis. Aku tertawa lagi. Hmm, ternyata anakku bisa menangis juga akhirnya. Tak apa-apa. Toh Dira harus belajar beradaptasi yah.</p>
<p>Sore harinya aku menerima email dari Kak Viera, guru Dira di Sanggar Kelinci. Isinya demikian:</p>
<blockquote><p>Ass, mba Uke, bagaimana cerita Indira sekolah sudah 2 <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">hari ini</span>, Indira sudah pintar ya, berani di kelas tanpa di temani mamanya, namun hari ini menangis, mungkin gara-gara melihat banyak temannya yang ditemani dan mulai ngantuk. Indira mulai menangis memanggil mama, namun setelah mbanya masuk Indira sudah tdk menangis lagi ya&#8230;.. Kemarin dan hari ini Indira pun sudah pipis di <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">kamar mandi</span> sekolah. Mudah-mudahan Indira senang ya sekolahnya. Salam bwt Indira</p></blockquote>
<p>Dan balasanku buat kak Viera adalah berikut:</p>
<blockquote>
<div>Hehehe iya kak Viera, tadi mbaknya juga cerita.</div>
<div>Mungkin sih karena pintunya ditutup kali jadi dia panik <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </div>
<div>Lagipula memang tadi pagi bangun jam 5.30, jadi mungkin sudah mulai mengantuk jg.</div>
<div>Biasa kalau dia uring2an bawaannya jadi begitu.</div>
<div>Semoga besok2 sudah tambah mandiri dan terbiasa di antara teman2nya.</div>
<div>Dan semoga kak Viera dan kakak2 yg lain sabar menghadapi Dira <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</div>
</blockquote>
<p>Terus terang kadang Mama berpikir, tepat tidak yah keputusan Mama buat kirim Dira ke kelompok bermain? Hati kecil Mama sih sebenarnya agak berat karena Dira masih kecil. Tapi pertimbangan pertama Mama masukin Dira ke sana adalah supaya Dira kenal dengan anak-anak sebaya karena teman Dira di lingkungan rumah rata-rata berusia 4-5 tahun. Dan dari beberapa temannya itu, hanya 1 orang yang sering berkunjung ke rumah dan usianya hampir 4 tahun. Jadi Mama pikir, Dira juga perlu kenal dengan teman yang umurnya sebaya dan setidaknya punya emosi yang hampir sama.</p>
<p>Beberapa bulan yang lalu sih tetangga kita sempat mengajak Dira untuk trial di tempat lain, namanya Taman Bermain Tupai. Yah, dari segi biaya bulanan sih lebih murah di Tupai daripada Sanggar Kelinci. Cuma setelah aku tanya ke mbak Mis, ternyata di sana tidak dilakukan pemisahan kelas sesuai usia sehingga semua bercampur baur dalam 1 ruangan besar dengan hanya 2-3 orang pengawas. Akibatnya, anak yang lebih besar main sikut-sikutan kalau berebut mainan. Yah, Mama pikir kalau begitu sepertinya kurang baik dampaknya buat si anak.</p>
<p>Jadi, pilihan terakhir adalah Sanggar Kelinci. Setidaknya sesuai kriteria yang Mama cari antara lain tidak bilingual, 1 kelas hanya 10 anak dengan 2 guru, biaya tidak terlalu mahal, gampang dicapai dengan kendaraan umum, kegiatannya untuk usia 2-3 tahun hanya bermain dan aktifitas lainnya (tidak dipaksa belajar calistung), dan yang lumayan penting adalah anak diajarkan untuk berdoa (&#8220;Mamin&#8221;, begitu kata Dira saat mengucapkan &#8220;Amin&#8221;).</p>
<p>Sebenarnya sih Papa Poet sepertinya lebih sreg kalau Dira masuk ke Putik-Cinere. Karena selain programnya bagus, tempatnya juga bagus (he he he) dan Dira sangat senang kalau ke sana. Cuma yah hambatannya lumayan banyak, seperti biaya masuknya lumayan mahal, biaya bulanan juga lumayan, dan lokasi tempatnya tidak mudah dicapai dengan kendaraan umum (ada sih penawaran jemputan tapi biaya bulanannya jadi ekstra banyak deh). Mungkin nanti bisa jadi pilihan kalau Dira mau masuk ke kelompok usia 3-4 tahun atau saat mau TK saja.</p>
<p>Pokoknya sekarang Mama akan tetap memantau Dira. Kalau Mama rasa Dira tidak enjoy masuk kelompok bermain, mungkin tidak akan dilanjutkan. Atau 1 tahun ini aktif, tahun depan di rumah saja. Yah kita lihat saja nanti. Yang paling penting adalah kalau Dira senang, Mama ikut senang. Kalau Dira kelihatan terbebani dan tidak enjoy (seperti waktu trial di Tumble Tots), yah let&#8217;s stop the playgroup. </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wearethepoets.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wearethepoets.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wearethepoets.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wearethepoets.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wearethepoets.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wearethepoets.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wearethepoets.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wearethepoets.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wearethepoets.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wearethepoets.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wearethepoets.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wearethepoets.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wearethepoets.wordpress.com&blog=3892657&post=43&subd=wearethepoets&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wearethepoets.wordpress.com/2008/07/17/lanjutan-dira-sekolah-hari-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a492295700c933e5c3884647d2337bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thepoets</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>