<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Obral Obrol "Keluarga Poet" &#187; Liburan</title>
	<atom:link href="http://wearethepoets.wordpress.com/tag/liburan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wearethepoets.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Mar 2009 09:33:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='wearethepoets.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/124be1b9888904af467001c385d7425d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Obral Obrol "Keluarga Poet" &#187; Liburan</title>
		<link>http://wearethepoets.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wearethepoets.wordpress.com/osd.xml" title="Obral Obrol &#8220;Keluarga Poet&#8221;" />
		<item>
		<title>Liburan Ke Paiton (bagian 2)</title>
		<link>http://wearethepoets.wordpress.com/2009/01/13/liburan-ke-paiton-bagian-2/</link>
		<comments>http://wearethepoets.wordpress.com/2009/01/13/liburan-ke-paiton-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 09:18:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thepoets</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Mama]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan]]></category>
		<category><![CDATA[Paiton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wearethepoets.wordpress.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Sambung lagi&#8230;
Maaf kelamaan soalnya sibuk ngurus blog yang satu lagi nih.  
29 Desember. Setelah pulang dari berbelanja seprai di Grosir Surabaya, pukul 15.30 kita bergerak menuju lokasi mengumpul para penumpang bis PT YTL JT menggunakan taksi. Dan setelah hampir 30 menit menanti, bis berangkat juga dan dimulailah perjalanan selama 4 jam menuju Paiton. 
Mama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wearethepoets.wordpress.com&blog=3892657&post=260&subd=wearethepoets&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sambung lagi&#8230;<br />
Maaf kelamaan soalnya sibuk ngurus blog yang satu lagi nih. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>29 Desember. Setelah pulang dari berbelanja seprai di Grosir Surabaya, pukul 15.30 kita bergerak menuju lokasi mengumpul para penumpang bis PT YTL JT menggunakan taksi. Dan setelah hampir 30 menit menanti, bis berangkat juga dan dimulailah perjalanan selama 4 jam menuju Paiton. </p>
<p>Mama Poet tidak tidur sama sekali saat di bis. Penasaran! Mau tahu kira-kira Mama bisa cari kerjaan di mana. Dan ternyata? Wuihhh&#8230; jauh sekali. Bahkan dari Kabupaten Probolinggo sendiri, jarak ke Paiton masih sekitar 40 km. Pffffhh&#8230;. calon full time mom kayaknya nih.</p>
<p>Akhirnya, kita tiba di Paiton pukul 21.00. Dan dengan menggunakan becak, Papa dan Mama Poet, Dira, serta mbak Mis tiba di rumah dinas Papa Poet. </p>
<p>&#8220;Waduh.. lantainya lengket banget Pa!&#8221; ujar Mama. Papa Poet cuma cengengesan. Ketahuan deh&#8230; selama 1 bulan ini lantainya cuma disapu dan tidak pernah dipel sama sekali. Stik kain pelnya saja masih terbungkus rapi di sudut dapur. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Keesokan paginya baru kita bisa melihat dengan jelas kondisi rumah dinas di Paiton. Dan kesan pertamanya adalah &#8220;OK deh!&#8221;.</p>
<p>Jadi nih, luas rumahnya mungkin hanya sekitar 75-100 meter persegi. Terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 dapur dan 1 ruang makan sekaligus ruang tamu. Fasilitas yang disediakan juga lumayan kok, seperti tempat tidur, meja + kursi makan, televisi, sofa, mesin cuci, kompor dan tabung gas, kulkas, water heater, AC di tiap kamar dan kipas angin di ruang makan dan tamu. Lumayan kan?</p>
<p>Sayang Mama Poet tidak bawa kamera sehingga tidak bisa menunjukkan gambar rumah dan isi rumahnya. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hari pertama di Paiton kita isi dengan berbelanja perlengkapan makan dan mencuci di pasar tradisional. Perlengkapan masak belum dibeli dengan pertimbangan toh hingga saat kepindahan Mama Poet dan Dira ke Paiton, Papa tidak akan melakukan kegiatan masak memasak. Hehe&#8230;</p>
<p>Kita pergi ke pasar tradisional menggunakan becak. Dikira dekat lokasi pasarnya, tapi ternyata lumayan jauh. Dan selama naik becak, rasa hati bat bit but karena kita melewati jalan umum luar kota yang dilalui kendaraan besar seperti bis, truk dan angkutan umum. Aduh, khawatir juga! Alhamdulillah sih tiba di pasar dan pulang kembali ke rumah dengan selamat.</p>
<p>Oya, selama di Paiton mbak Mis cuti masak tuh. Soalnya buat makan kita beli di restoran yang ada di pusat olahraga kompleks perumahan. Harga makanannya lumayan murah dibandingkan Jakarta. Mulai dari Rp 4000 hingga Rp 15000 per porsi untuk makanan Indonesia. Yah memang jatuhnya lebih mahal daripada kalau kita berbelanja dan masak di rumah. Tapi untuk saat itu, jajan menjadi pilihan utama.</p>
<p>Sayangnya selama di Paiton Dira jadi susah makan. Mungkin karena selama ini Dira jarang diajak makan masakan di luar rumah sehingga sulit menyesuaikan diri dengan &#8216;taste&#8217; baru. Menu yang dipesan buat Dira paling hanya sop, soto ayam, telur dadar dan sayur asam. </p>
<p>Semua makanan itu pun bisa dimakan Dira dengan rayuan, mulai dari main ayunan di taman, berenang sampai mainin bola billyard. Yah apa saja deh yang penting makanannya masuk.</p>
<p>Dira sempat berenang juga loh. Mumpung ada kolam renang gratis nih ceritanya. Karena berenang di kolam anak, Mamanya cuma nyemplungin kaki sambil membantu Dira belajar mengapung. Dia sangat senang sekali berenang terutama ketika ada 2 orang anak berusia 6 tahun yang ikut nimbrung di kolam ini. Biasa deh.. show off sama yang lebih besar. </p>
<p>Sayangnya setelah 2 hari di Paiton tanpa berbekal mainan dan belum adanya teman main, Dira bosan. Dia bahkan sampai berkata dengan nada sedih, &#8220;Aku mo puyang Ma.&#8221;</p>
<p>&#8220;Loh, inikan rumah Dira.&#8221; kataku.<br />
&#8220;Butan! Ini butan yuma Diya. Aku mo puyang.&#8221; ujarnya lagi.<br />
&#8220;Kak, kalo Papa dengar Kakak ngomong begini, bisa sedih dia. Inikan rumah kakak, nantinya.&#8221; kataku. &#8220;Yang di Jakarta itukan bukan rumah kakak. Itu rumah Yangti lagi.&#8221; lanjutku<br />
&#8220;Butan Ma! Ini butan yumaku.&#8221; kata Dira.</p>
<p>Mama dan mbak Mis bingung mau menjelaskan bagaimana lagi. Antara geli dan kasihan. Rupanya Dira benar-benar bosan.</p>
<p>2 Januari. Akhirnya Jumat tiba. Kita bersiap-siap untuk kembali ke Surabaya dengan menggunakan bis. Papa terlihat agak gloomy. Mungkin sedih juga akan ditinggalkan oleh 2 wanita cantiknya hingga 4 bulan ke depan. Pukul 16.30 bis berangkat menuju Surabaya.</p>
<p>3 Januari. Sambil menunggu jam kepulangan, kita melancong ke Grosir Surabaya lagi. Niatnya cuma membelikan daster batik buat &#8216;Nik. Eh kok malah beli baju buat Dira lagi&#8230; </p>
<p>Papa dan Dira bahkan sempat potong rambut di Tunjungan Plaza loh. Awalnya sih cuma Papa Poet saja yang berniat potong rambut. Tapi si Dira begitu ribut minta rambutnya diapa-apain hingga akhirnya rambutnya dipotong. Lucunya dia minta ikut keramas juga seperti kebiasaannya kalau mengantar Mama ke Salon Ferry di Cinere. Untung gak jadi keramas, soalnya pasti kena charge tidak seperti di Ferry.</p>
<p>Pukul 19.30 kita berangkat menuju stasiun Pasar Turi. </p>
<p>Pukul 20.00 kereta api Argo Bromo Anggrek tujuan Jakarta berangkat. Dira langsung minta nenen dan tidur pulas sepanjang perjalanan.</p>
<p>Sampai jumpa lagi Papa. Janji kok kita bakal menyusul dan menemani Papa di Paiton. </p>
<p>Wait for us yah Pa! </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wearethepoets.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wearethepoets.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wearethepoets.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wearethepoets.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wearethepoets.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wearethepoets.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wearethepoets.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wearethepoets.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wearethepoets.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wearethepoets.wordpress.com/260/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wearethepoets.wordpress.com&blog=3892657&post=260&subd=wearethepoets&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wearethepoets.wordpress.com/2009/01/13/liburan-ke-paiton-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a492295700c933e5c3884647d2337bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thepoets</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Liburan ke Paiton (bagian 1)</title>
		<link>http://wearethepoets.wordpress.com/2009/01/07/liburan-ke-paiton/</link>
		<comments>http://wearethepoets.wordpress.com/2009/01/07/liburan-ke-paiton/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 05:51:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thepoets</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Mama]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan]]></category>
		<category><![CDATA[Paiton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wearethepoets.wordpress.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Ceritanya dalam rangka mengunjungi Papa Poet yang pindah ke Paiton, Dira dan Mama Poet pergi ke Jawa Timur selama liburan Natal dan Tahun Baru 2009 yang lalu.
Tanggal 27 Desember
Kita (Mama Poet, Dira Poet dan mbak Mis) tiba di stasiun Gambir pukul 08.30, diantar oleh Wak Buduk. Mama Poet harus berjuang susah payah membangunkan dirinya di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wearethepoets.wordpress.com&blog=3892657&post=256&subd=wearethepoets&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ceritanya dalam rangka mengunjungi Papa Poet yang pindah ke Paiton, Dira dan Mama Poet pergi ke Jawa Timur selama liburan Natal dan Tahun Baru 2009 yang lalu.</p>
<p><strong>Tanggal 27 Desember</strong><br />
Kita (Mama Poet, Dira Poet dan mbak Mis) tiba di stasiun Gambir pukul 08.30, diantar oleh Wak Buduk. Mama Poet harus berjuang susah payah membangunkan dirinya di pagi hari itu karena kemarin dari Subuh hingga pukul 21.00 melancong bersama teman kantor ke Bandung. Dira pun cukup sulit dibangunkan karena dia tidur setelah mamanya tiba di rumah. </p>
<p>Berhubung lapar dan jam keberangkatan Argo Bromo Anggrek masih cukup lama, kita makan bubur ayam di dekat Toilet Pos Polisi Gambir. Hehe, Dira doyan juga loh dan alhamdulillah tidak sakit perut <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebenarnya kenapa kita naik kereta api, padahal lebih enak naik pesawat terbang? Pertama, tiket pesawat terbang mahal (hehe, abis rencananya juga agak dadakan sih). Kedua, sudah janji sama mbak Mis buat diajak ke Surabaya supaya bisa melihat kedua keponakan Papa Poet yang dulu juga diurus olehnya. Ketiga, Dira ribut mau naik kereta api. </p>
<p>Nah, sekitar pukul 09.00 kita naik ke jalur 1, menunggu kereta yang akan ditumpangi tiba. Sekitar pukul 09.20, Argo Bromo Anggrek memasuki jalur dan kita pun bergegas naik menuju tempat duduk, gerbong 4, kursi 11-A-B-C (lengkap dong informasinya).</p>
<p>Ada kejadian menggelikan saat menunggu kereta api tiba. Dira kan digendong karena takut dia lari kesana kemari (walaupun sebenarnya gak perlu sih). Nah, tiba-tiba ada kereta api Jabodetabek lewat di jalur lain dan membunyikan klaksonnya lumayan keras (hehe apa yah istilahnya buat kereta api? peluit? bwahhhh.. gitu deh). Spontan Dira melonjak kaget dan langsung memeluk mamanya dengan erat. Kita yang melihatnya tertawa geli. Ekspresinya itu loh yang bikin lucu. Wah anak Mama ternyata dari lahir sampai usia sekarang tetap saja bawaan kagetnya tidak bisa hilang.</p>
<p>Dari awal hingga 2 jam menjelang stasiun Pekalongan, perjalanan KA lumayan lancar dan menyenangkan. Dira bahkan sempat tidur nyenyak selama 2 jam (hmm kayak diayun-ayun deh). Memang sih, AC gerbong kita sejak keberangkatan agak bermasalah karena kurang dingin. Tapi mendekati Pekalongan, mendadak lampu dan AC padam yang ternyata disebabkan oleh matinya mesin KA. Huahhhh&#8230; untung KAnya tidak mogok jalannya.</p>
<p>Setelah diperiksa di stasiun Pekalongan, akhirnya diputuskan bahwa mesin akan diperbaiki di Semarang. Kebayang deh tuh lebih dari 2 jam kita berpanas-panasan di dalam gerbong. Akhirnya, Mama dan mbak Mis secara bergantian mengajak Dira menikmati semilir angin di ruang batas antar gerbong yang sengaja dibuka 1 pintu.</p>
<p>Di stasiun Semarang KA berhenti selama 30 menit. Alhamdulillah akhirnya AC menyala juga sehingga kita semua bisa duduk dengan nyaman. Sayangnya ketika Mamanya mau tidur eh si Dira malah sedang seru-serunya manggung.</p>
<p>Manggung?</p>
<p>He eh. Dira mendadak tampil jadi penyanyi di gerbong 4 Argo Bromo Anggrek. Semua lagu yang sedang disukainya dinyanyikan, Burung Kutilang, Dakocan, Burung Kakaktua, de el el. Dira tambah semakin kenes dan semangat bernyanyi saat seorang ibu dari sebuah rombongan ikut bertepuk dan bernyanyi. Ampun deh tuh anak! Mamanya cuma bisa mesem-mesem</p>
<p>Yang lucu, saat malam sudah tiba Dira malah bernyanyi Sang Kodok dengan lirik berikut :<br />
&#8220;Cang kodo&#8217; e e e cang kodo&#8217;, napa ente-ente bau&#8221;</p>
<p>Kita semua tertawa. Kenapa juga lirik lagunya pas banget dengan kondisi kita semua yang belum mandi dan pastinya bau banget. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekitar pukul 22.00 KA tiba di stasiun Pasar Turi &#8211; Surabaya. Akhirnya&#8230; sampai juga! Dan, kita bisa bertemu dengan Papa Poet lagi, dan tentunya Yangti, Bu&#8217;de, Mbak Saras serta Mas Satria.</p>
<p>Yak! Siap-siap untuk menempuh perjalanan ke Paiton hari Senin sore.</p>
<p>-to be continued-</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wearethepoets.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wearethepoets.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wearethepoets.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wearethepoets.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wearethepoets.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wearethepoets.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wearethepoets.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wearethepoets.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wearethepoets.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wearethepoets.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wearethepoets.wordpress.com&blog=3892657&post=256&subd=wearethepoets&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wearethepoets.wordpress.com/2009/01/07/liburan-ke-paiton/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a492295700c933e5c3884647d2337bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thepoets</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>