<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Obral Obrol "Keluarga Poet" &#187; ASIX</title>
	<atom:link href="http://wearethepoets.wordpress.com/tag/asix/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wearethepoets.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Mar 2009 09:33:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='wearethepoets.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/124be1b9888904af467001c385d7425d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Obral Obrol "Keluarga Poet" &#187; ASIX</title>
		<link>http://wearethepoets.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wearethepoets.wordpress.com/osd.xml" title="Obral Obrol &#8220;Keluarga Poet&#8221;" />
		<item>
		<title>Cerita Mama, 3-first day with Dira</title>
		<link>http://wearethepoets.wordpress.com/2008/06/04/cerita-mama-3-first-day-with-dira/</link>
		<comments>http://wearethepoets.wordpress.com/2008/06/04/cerita-mama-3-first-day-with-dira/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 07:51:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thepoets</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Dira]]></category>
		<category><![CDATA[ASIX]]></category>
		<category><![CDATA[Dira]]></category>
		<category><![CDATA[Hospital Cinere]]></category>
		<category><![CDATA[Mama]]></category>
		<category><![CDATA[Melahirkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wearethepoets.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Dari awal hamil aku sudah bertekad buat memberikan ASI buat si jabang bayi. Banyak teman yang menganjurkan untuk mulai memijat sekitar payudara dan menarik keluar putingnya mulai usia 5 bulan. Tapi belum aku lakukan karena ‘malas’ dan ‘takut’ karena pernah mendengar kalau memijat bagian puting payudara bisa menyebabkan kontraksi.
Saat usia 34 minggu, dokter Waluyo bertanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wearethepoets.wordpress.com&blog=3892657&post=12&subd=wearethepoets&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dari awal hamil aku sudah bertekad buat memberikan ASI buat si jabang bayi. Banyak teman yang menganjurkan untuk mulai memijat sekitar payudara dan menarik keluar putingnya mulai usia 5 bulan. Tapi belum aku lakukan karena ‘malas’ dan ‘takut’ karena pernah mendengar kalau memijat bagian puting payudara bisa menyebabkan kontraksi.</p>
<p>Saat usia 34 minggu, dokter Waluyo bertanya padaku mengenai ASI.<br />
Dokter : ASInya sudah keluar belum?<br />
Mama Poet : Memang sudah bisa keluar dok?<br />
Dokter : Ya bisa. Coba aja kamu massage dengan baby oil, bersihkan bagian putingnya. Dan coba dipencet untuk lihat keluar tidaknya ASI.</p>
<p>Mama Poet : Takut dok. Nanti kontraksi lagi<br />
Dokter : Gak apa-apa kok bu. Asal jangan berlebihan<br />
Mama Poet : Ooohhh…</p>
<p>Akhirnya aku baru berani buat melakukan terapi pijat dan membersihkan puting sendiri dengan baby oil. Dan ternyata, memang ASI sudah bisa keluar yah! Kirain baru bisa setelah melahirkan. <img class="wp-smiley" src="http://wearethepoets.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt="D" /></p>
<p>Setelah melahirkan, aku langsung pesan ke suster bahwa bayi Dira akan ASI eksklusif. Suster langsung memberikan wanti-wanti, “Kalau full ASI, bayinya nanti tidak kami kasih susu formula sama sekali loh bu! Jadi kalau ASInya belum keluar, jangan salahkan kami kalau bayinya kelaparan.” Aku pun menjawab”Iya Sus. Bayi baru lahirkan tahan 3 hari. Semoga hari ini juga sudah keluar ASInya.”</p>
<p>Akhirnya setelah 6 jam pemulihan, tepat jam 10 pagi aku dilatih untuk turun dari tempat tidur untuk pipis. Setengah jam kemudian, si bayi kutem (kurus dan item, kata Hunny nih) dibawa ke ruanganku. My baby!</p>
<p><a title="dira.JPG" href="http://wearethepoets.dagdigdug.com/files/2008/05/dira.JPG"><img src="http://wearethepoets.dagdigdug.com/files/2008/05/dira.thumbnail.JPG" alt="dira.JPG" width="124" height="111" /></a> “Aduhhhh takjub deh Nak lihat kamu. Kamu sedang tidur lelap dan tersenyum. Mama gak akan lupa ekspresimu itu Dira.”</p>
<p>Aku diajarkan cara menyusui sambil berbaring karena selangkangan masih perih sekali untuk duduk. Rasanya geli sekali saat pertama mencoba memasukkan puting ke mulut si bayi yang sedang tidur lelap. Hehehe…. aneh! Karena saat pertama kali itu, mulut Dira harus dibuka dulu untuk menyelipkan puting. Selain itu, aku kesulitan mencari posisi berbaring yang nyaman buat menyusui. But the whole process was a miracle. Especially her first suction. (I am a complete woman God! Thank you!)</p>
<p>Sayang yah saat kelahiran Dira, program IMD (Inisiasi Menyusui Dini) belum digalakkan oleh pemerintah. Dan sayang sekali, Mama Dira masih buta sama sekali mengenai hal ini. Jadi yah si anak harus belajar lagi mengasah refleks hisapnya. Makanya aku menyesal banget kurang menggali ilmu lebih dalam soal menyusui. Pernah sih dengar istilah “early latch on” tapi sama sekali tidak terbayang prakteknya.</p>
<p>Selain itu, sayang sekali aku hanya dapat jatah dari kantor suami di kelas 2 sehingga 1 ruangan harus dibagi berdua dengan ibu lainnya sehingga tidak bisa “rooming in”. Tapi jangan salah, aku rajin bolak-balik ke kamar bayi untuk menculik Dira ke kamar. Buatku setiap menit harus dihabiskan dengan bayi baru ini sehingga tidak ada waktu yang sia-sia buat pelajaran mengurus bayi. Padahal menurut orang, selama di rumah sakit lebih baik kita tidur untuk memulihkan energi sebelum memulai rutinitas baru.</p>
<p>Di malam hari pertama setelah makan malam, Dira diantar oleh suster ke kamar.  Aku langsung inisiatif buat mempraktekkan cara menyusui sambil duduk yang diajarkan di kelas senam hamil. Gagal total! Entah bagaimana posisinya tidak pernah tepat dan mulut Dira harus berulang kali diusahakan untuk terbuka. Anaknya sih tetap saja tidur lelap walaupun berulang kali aku gelitik telapak kaki. Saat pas berhasil membuat dia mengisap ASI, rasanya senang sekali. Akhirnya… tapi hasilnya? Putingku kiriku lecet karena aku belajar menyusui dari jam 19.00 hingga 23.00 dan tidak bisa pindah ke puting kanan. Ha ha…</p>
<p>Keesokan harinya baru deh aku diajari cara memegang bayi dengan benar untuk menyusui saat para suster kunjungan ke kamar. Waduhhh… maklum Sus, I am a new mum gitu loh!</p>
<p>Memasuki hari kedua dalam hidupnya, Dira mulai mengenal rasa lapar. Soalnya saat aku tertidur pulas, Suster datang ke kamar membawa dia yang sedang menangis. “Wah… Mama masih ngantuk Nak! Untung saja sudah ketemu posisi yang pas buat menyusui sambil berbaring yah!”</p>
<p>Selama di rumah sakit aku juga mulai membiasakan diri untuk menangani pup Dira. Sempat kaget juga saat melihat pup yang berwarna hitam kehijauan itu. Takut ada yang salah sama si bayi. Untungnya aku langsung ingat kalau bayi baru lahir memang punya warna pup demikian. (Hehehe, ada rasa geli dan jijik juga sih saat melihat pupnya. Tapi heran yah, seiring berjalannya waktu, rasa jijik itu hilang. Cuma kalau lihat pup anak orang, mungkin masih jijik juga.)</p>
<p>Oya, saat di rumah sakit aku dapat tetangga kamar yang harus menjalankan operasi caesar. Aduhhh.. alhamdulillah juga yah aku bisa melahirkan dengan cara normal. Soalnya lihat masa pasca operasinya tidak enak banget. 24 jam penuh harus terus berbaring dan tidak bisa menggendong si bayi, belum lagi katanya rasa sakit pada bekas operasi di perut. Gak kebayang deh! Dulu saja waktu kepalaku benjol karena jatuh dari motor, tetap saja cuma tahan di tempat tidur 1 hari. Setelah itu main kucing-kucingan sama suster cuma buat main ke kamar sebelah (dimana mantan pacar, yang sekarang Papa Poet, sedang terbaring).</p>
<p>Akhirnya setelah 3 hari di rumah sakit, aku sudah diperbolehkan pulang. Syukur tidak ada masalah berarti pada bayi Dira sehingga dia juga diperbolehkan pulang bersama Mamanya. Saat keluar dari ruang perawatan, rasa bahagia dan bangga benar-benar membuncah. Seolah mau berteriak pada ibu-ibu hamil yang sedang mengantri konsultasi dokter kandungan,”Hey! Look at me! I am a Mum now! And here is my baby. Isn’t she sweet just like me? (teuteup narsis!)”</p>
<p>And I look at baby Dira who was still sleeping smiley and sweetly. “Mama loves Dira, Papa loves Dira. Grow up and become a good girl my baby!”</p>
<p>(First published on May 29th, 2008 in my previous blog at wearethepoets.dagdigdug.com)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wearethepoets.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wearethepoets.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wearethepoets.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wearethepoets.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wearethepoets.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wearethepoets.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wearethepoets.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wearethepoets.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wearethepoets.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wearethepoets.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wearethepoets.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wearethepoets.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wearethepoets.wordpress.com&blog=3892657&post=12&subd=wearethepoets&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wearethepoets.wordpress.com/2008/06/04/cerita-mama-3-first-day-with-dira/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a492295700c933e5c3884647d2337bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thepoets</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wearethepoets.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wearethepoets.dagdigdug.com/files/2008/05/dira.thumbnail.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">dira.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>