Hehe, maaf para pengunjung setia blog keluarga Poet. Konon t’lah lama Mama Poet tidak posting di sini.
Bukan sombong bukan malas, tapi karena Mama Poet sibuk sama personal blognya yang satu ini.
Nah, ada apa dengan Dira dan keluarga Poet?
Sejak sembuh dari sakit, Dira menjadi lebih manja. Pokoknya kalau weekend, Dira pasti nempel terus sama Mamanya. Kalau tidak tampak sedikit saja pasti Dira langsung teriak, “Mama!”.
Belum lagi nih… Dira selalu menolak ditangani oleh mbak Mis kalau Mama di rumah. Makan, sama Mama. Mandi, sama Mama saja. Gendong, sama Mama lagi. De el el.
Akhirnya, mbak Mis jadi ngambek sama Dira. Halah… pusing juga kalau melihat mbaknya ngambek secara jadi bikin Mamanya bingung kenapa juga dia mesti ngambek.
Senang juga sih dengan kebiasaan baru Dira ini. Toh, sebagai usaha untuk meningkatkan “quality time” dengan anaknya.
Tapi yah terkadang suka jadi capek juga. Wong weekend ibaratnya waktu buat leha-leha dari kerjaan, lah ini tiap menit anaknya absen.
Kalau dulu sih, Mamanya masih bisa mencuri waktu buat “me time” yang biasanya diisi dengan browsing, baca buku, de el el. Sekarang? Plek plek plek… boro-boro mau baca buku, baru buka saja Dira sudah langsung mengajak main gamelah, nonton Dora/Bobby Bola atau nenen.
Di sekolah pun kebiasaan Dira juga berubah setelah sembuh dari sakit. Sebelumnya Dira sudah mandiri dan bisa main di kelas tanpa ditemani mbak Mis. Tapi setelah sakit, sempat beberapa minggu mbak Mis disuruh ikut masuk ke kelas.
Alhamdulillah, minggu ini Dira sudah mulai percaya diri lagi di sekolah dan bisa mengikuti kelas tanpa ditemani.
Kata Kak Ayu, dulu juga setelah muntah- mencret dan sempat diopname, saat masuk sekolah lagi yah Dira juga seperti ini. Jadi yah sudahlah! Bukan hal yang harus dikhawatirkan toh. Orang dewasa juga ada ups and downs kan?
Tapi, kalau ditelaah lebih lanjut sih, mungkin juga Dira menjadi menempel terus sama Mamanya karena ada perasaan insecure sejak Papanya di Paiton.
Dulu kan biar cuma ketemu 2 hari dalam seminggu, paling tidak Dira masih punya Papa buat sandaran yang lain kalau Mama lagi repot atau sedang “me time”.
Belum lagi nih, tidak ketemu Papa berarti tidak ada yang menggoda Dira. Biasa deh! Papanya yang suka mengajak Dira bercanda.
Hehe, jadi sepertinya Dira merasa kehilangan sosok Papanya. Tapi, dia belum bisa mengungkapkannya sehingga ujung-ujungnya adalah “tempelin Mama terus ah!”.
Sponsor note: Kisses, hugs and love for Papa Poet from Mama and Dira Poet. We miss you too Pa!
Filed under: Cerita Mama | Tagged: Behaviour









i miss both of you too… can’t wait you to come here…coz…
lantainya udah lama gak dipel nih….hehehehehe….rumahnya perlu sentuhan wanita sepertinya……(males mode on)…