Posted on September 22, 2008 by thepoets
Ceritanya hari Minggu kemarin, 21 September 2008, kita melancong ke Plangi. Awalnya sih tidak ada rencana untuk ke sana, karena Papa Poet cuma mau mampir ke pasar Radio Dalam buat membeli kelabang untuk makanan ikan. Wah, ternyata perpindahan pasar ikan dan bunga hias yang pindah dari Barito ke sana terlihat lebih rapi, walau belum seramai [...]
Filed under: Cerita Mama | Tagged: belanja, centro, melancong, plaza semanggi | 3 Comments »
Posted on September 11, 2008 by thepoets
Ampun, baru kali ini aku buat posting panjang banget. Sambung lagi yah cerita tentang Dira.
……….Jumat, 5 September 2008
Menjelang Maghrib, suster yang hendak memberikan obat ke Dira datang. Aku lihat sang suster membawa botol obat Sanprima.
Mama Poet : Sus, kayaknya tadi saya sudah minta untuk tidak memberikan Sanprima ke anak saya
Suster : Iya, Bu. Tapi ini [...]
Filed under: Cerita Mama | Tagged: Hospital Cinere, rawat inap, sakit | Leave a Comment »
Posted on September 10, 2008 by thepoets
Melanjutkan ceritaku tentang Dira yah.
….Senin, 1 September 2008
Menjelang waktu tidur, Dira mulai lemas dan badannya kembali panas sehingga obat penurun panas akhirnya harus beraksi lagi. Dengan berbekal Tempra Forte, minyak kayu putih, termometer dan air minum, aku dan Dira tidur di kamar atas. Benar saja, menjelang tengah malam aku terbangun karena Dira gelisah hingga akhirnya dia terbangun pula dan berkata, [...]
Filed under: Cerita Mama | Tagged: Hospital Cinere, rawat inap, sakit | Leave a Comment »
Posted on September 8, 2008 by thepoets
Sebenarnya aku mau menulis posting ini dari minggu lalu nih. Tapi ternyata, situasi dan kondisi sehubungan dengan sakitnya Dira ini akhirnya mengakibatkan dia harus dirawat inap di Hospital Cinere selama 1 malam sehingga ceritanya jadi panjang.
Ada apa dengan Dira sampai harus mengalami rawat inap? Kronologisnya seperti yang akan Anda baca berikut ini (halah, gak nahan sama bahasanya [...]
Filed under: Cerita Mama | Tagged: dongeng Islami, Hospital Cinere, rawat inap, sakit, sanggar kelinci | 1 Comment »